DFD - ERD PENJUALAN KREDIT
DFD - ERD PENJUALAN KREDIT
1. Diagram Kontek ( Context Diagram ).
Context diagram adalah tingkatan tertinggi dalam aliran data dan hanya memuat satu proses. Proses ini menunjukan sistem secara keseluruhan dan proses tersebut diberi nomor nol. Context Diagram mengambarkan hubungan input/output antara sistem dengan dunia luarnya (kesatuan luar). Gambaran Context Diagram dari sistem informasi penjualan pada PT. Andalas Berlian Motor dapat dilihat pada gambar 4.1 :
Gambar 4.1 Diagram Konteks Perancangan Sistem Informasi Penjualan Mobil
2. Data Flow Diagram.
Data Flow Diagram menunjukan data yang mengalir dari satu entity ke entity lain yang dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik data mengalir atau lingkungan fisik dimana data disimpan. Data Flow Diagram menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar ( top level ) dan dipecah menjadi bagian yang lebih kecil dalam bentuk modul-modul ( lower level ).
DFD level 1 merupakan penjabaran dari diagram kontek, dimana sistem dikembangkan lebih detail dan terinci. Pada level 1 bisa dilihat bagaimana aliran data yang mengalir yang membentuk fil-file sebagai persiapan dalam perancangan sistem informasi. DFD level 1 dari sistem informasi penjualan mobil pada PT. Andalas Berlian Motors Bukittinggi dilihat pada gambar dibawah ini :
4.2 DFD level 1 Perancangan Sistem Informasi Penjualan Mobil pada PT. Andals Berlian Motors Bukittinggi.
Uraian dari DFD level 1 diatas adalah :
a. Proses 1 adalah Customer memberikan document kepada Sales Adm kemudian diproses menjadi entry data customer yang akan menghasilkan file customer.
b. Proses 2 adalah Gudang (Delivery Order) memberikan dokument kendaraan masuk yang diperoleh dari Perwakilan Dealer (PT. Kramayudha Tiga Berlian Motors) kemudian diproses menjadi entry kendaraan masuk serta membutuhkan data kendaraan yang akan menghasilkan file kendaraan masuk.
c. Proses 3 adalah proses entry transaksi penjualan yang melibatkan Sales Adm serta membutuhkan data customer, data kendaraan dan data kredit yang akan menghasilkan file penjualan. Serta mencetak kwitansi pembayaran sesuai dengan jenis penjualan, kemudian kwitansi tersebut diserahkan kepada Accounting untuk di tanda tangani sebelum diberikan kepada Customer.
d. Proses 4 adalah proses transaksi pembayaran yang melibatkan Sales Adm serta membutuhkan data kredit yang akan menghasilkan file pembayaran.
e. Proses 5 adalah proses pembuatan laporan penjualan yang melibatkan Sales Adm yang akan menghasilkan laporan customer, kendaraan masuk, penjualan dan piutang, yang nantinya akan diserahkan kepada Ass. Bussines Maneger untuk ditanda tangani. Kemudian laporan piutang diberikan kepada lembaga keuangan untuk proses melkukan proses pelunasan piutang.
3. Entity Relationship.
Entity Relationship adalah sebuah diagram yang mengambarkan hubungan antara file-file yang membentuk sistem informasi penjualan pada PT. Andalas Berlian Motors Bukittinggi, dimana masing-masing file dihubungkan oleh kunci utama untuk tiap file (primary key) dan kunci relasi (relation key). Hubungan dari file- file yang terbentuk pada sistem informasi penjualan dapat dilihat pada diagram berikut:
Gambar 4.3 ERD Perancangan Sistem Informasi Penjualan Mobil.
DFD & ERD INDOMARET
DFD & ERD INDOMARET
Pada tabel 2.1 DFD level 0 tentang pergudangan menunjukkan bahwa data input yaitu barang yang tersedia digudang dan juga order pengiriman barang.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti barang digudang yang membuat laporan tentang data barang dan order pengiriman barang yang membuat laporan tentang data order,kemudian data /laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan gudang untuk dijadikan output.output tersebut adalah laporan barang digudang.kemudian hasil dari proses penggudangan tersebut di simpan di data base.
Pada tabel 2.2 tentang mengecek barang menunjukkan bahwa data input yaitu data pengiriman barang dan juga pengiriman barang.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti data pengiriman barang yang membuat laporan tentang data order dan pengiriman barang yang membuat laporan tentang order penerimaan,kemudian data /laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan order untuk dijadikan output.output tersebut adalah laporan apa saja yang sudah dilakukan .kemudian hasil dari proses pengecekan barang tersebut di simpan di data base berupa produk.
Pada tabel 2.3 tentang aturan produk menunjukkan bahwa data input yaitu data masuknya barang kegudang dan barang cacat/kadaluarsa.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti data masuknya barang kegudang yang membuat laporan tentang data barang dan barang cacat /kadaluarsa yang membuat lapaoran tentang laporan barang,kemudian data /laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan barang untuk dijadikan output.output tersebut adalah laporan data barang tidak layak jual .kemudian hasil dari proses aturan produk tersebut di simpan di data base berupa laporan gudang.
Pada tabel 2.4 tentang memeriksa laporan barang menunjukkan bahwa data input yaitu pemeriksaan pemasukan barang kegudang dan laporan pemasukan barang.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti pemeriksaaan pemasukan barang kegudang yang membuat laporan tentang data barang dan laporan pemasukan barang yang membuat laporan tentang laporan barang,kemudian data /laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan order untuk dijadikan output.output tersebut adalah laporan pengeluaran barang .kemudian hasil dari proses pengecekan barang tersebut di simpan di data base berupa laporan barang.
Pada tabel 2.5 tentang mengecek penerimaan barang menunjukkan bahwa data input yaitu jumlah barang dan produk.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti jumlah barang kegudang yang membuat laporan tentang data pengiriman.kemudian laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan order untuk dijadikan output.dan output tersebut berupa laporan sisa barang digudang.kemudian dari hasil proses tersebut disimpan di data base berupa penerimaan barang.
Pada tabel 2.6 tentang mengecek penerimaan barang menunjukkan bahwa data input yaitu jumlah barang dan produk.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti jumlah barang kegudang yang membuat laporan tentang data pengiriman.kemudian laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan order untuk dijadikan output.dan output tersebut berupa laporan sisa barang digudang.kemudian dari hasil proses tersebut disimpan di data base berupa penerimaan barang.
Pada tabel 2.7 tentang mengecek pengiriman barang menunjukkan bahwa data input yaitu jumlah barang yang akan dikirim.data input tersebut kemudian diubah menjadi laporan seperti jumlah barang jumlah barang yang akan dikirim yang membuat laporan tentang data barang.kemudian laporan tersebut diproses dan hasilnya berupa laporan barang untuk dijadikan output.dan output tersebut berupa laporan barang dikirim.kemudian dari hasil proses tersebut disimpan di data base berupa pengiriman barang.
Gambar 4.1 Table ERD (Entity Relational Diagram) ini menjelaskan mengenai bagaimana tata aturan hubungan antar table,serta tata cara disimpan secara fisik.
Supervisor bertugas mengawasi para staff yang mengawasi jalannya pendistribusian barang yang telah terjual kepada customer dan barang yang telah masuk dari distributor kedalam gudang produk. Setelah semua barang telah masuk ke dalam gudang supervisor membuat hasil laporan atas sejumlah barang yang telah diterima.
Laporan keluar masuknya barang, meliputi : tanggal barang yang telah masuk ke dalam gudang dan telah terjual kepada konsumen, produk apa saja yang telah diterima dan layak untuk dijual, pengecekan akan tanggak kadaluarsa produk dan kemasan yang tidak cacat, dan jumlah yang telah diterima dari distributor dan barang yang telah dijual untuk konsumen.
Dengan laporan yang telah dibuat dapat dilakukan pengkodean akan jenis masing-masing barang yang telah diterima, dan dapat ditentukan berapa harga barang yang akan dijual untuk konsumen. Setelah itu, menghitung semua produk agar tidak terjadi kecurangan atau pencurian.
Langganan:
Postingan (Atom)